• Latest
  • Trending
  • All
  • Berita
  • Pendidikan
  • Beasiswa
  • Mahasiswa
  • Dosen
  • Publikasi
Photo by Edwin Petrus on Unsplash

Inovasi Kurikulum: Transformasi Pendidikan dalam Menghadapi Tantangan Abad ke-21

13/04/2023

Beasiswa Wirausaha Pegadaian: Kuliah Bisnis 1 Tahun

17/05/2026

Penghapusan Guru Honorer Bisa Picu Kekosongan Pengajar

17/05/2026
ADVERTISEMENT

Eka Kurniawan Bawa Sastra Indonesia ke Moskow

17/05/2026
Greenhouse hidroponik tenaga surya mahasiswa Untidar

Ide Kreatif Mahasiswa Untidar Bangun Greenhouse Surya

17/05/2026

Eka Kurniawan Angkat Sastra Indonesia di Moskow

17/05/2026

Jurusan Farmasi Terbaik di Indonesia, 4 Kampus dan Biaya

17/05/2026
Beasiswa Wirausaha Pegadaian

Beasiswa Wirausaha Pegadaian Buka Kuliah Bisnis Gratis

17/05/2026

Beasiswa Pegadaian Buka Pelatihan Bisnis Gratis Setahun

17/05/2026

4 Prodi Farmasi Unggulan di Indonesia, Cek Biayanya 2026

17/05/2026

Beasiswa Wirausaha Pegadaian Buka Bisnis Gratis Setahun

17/05/2026

Eka Kurniawan Gaungkan Sastra Indonesia di Moskow

17/05/2026
Eka Kurniawan di Moscow Book Tour 2026

Eka Kurniawan di Moscow Book Tour 2026 dan Pendidikan Tinggi

17/05/2026
ADVERTISEMENT
Senin, 25 Mei, 2026
  • Masuk Log
  • Register
  • About
  • Undangan
  • Playlist
  • Keluar Log
  • Login
Opini Kampus
  • Berita
    • Pendidikan
    • Kampus Merdeka
    • Beasiswa
    • Dosen
    • Mahasiswa
  • Media
    • Podcast
    • Webminar
    • Kursus
  • Publikasi
    • Advertorial
    • Agenda
    • Lowongan Pekerjaan
  • Info Grafik
No Result
View All Result
Opini Kampus
  • Berita
    • Pendidikan
    • Kampus Merdeka
    • Beasiswa
    • Dosen
    • Mahasiswa
  • Media
    • Podcast
    • Webminar
    • Kursus
  • Publikasi
    • Advertorial
    • Agenda
    • Lowongan Pekerjaan
  • Info Grafik
No Result
View All Result
  • Login
Opini Kampus
  • Berita
  • Media
  • Publikasi
  • Agenda
  • Beasiswa
  • Info Grafik
  • Karir
  • Advertorial
ADVERTISEMENT

Opini Kampus » Berita » Mahasiswa » Inovasi Kurikulum: Transformasi Pendidikan dalam Menghadapi Tantangan Abad ke-21

Inovasi Kurikulum: Transformasi Pendidikan dalam Menghadapi Tantangan Abad ke-21

Redaksi by Redaksi
13/04/2023
in Mahasiswa, Publikasi
Reading Time: 9 mins read
2.2k 22
A A
0
Photo by Edwin Petrus on Unsplash
1.9k
SHARES
2.3k
VIEWS
Share on Facebook
ADVERTISEMENT

Pendahuluan Kurikulum Merupakan Inti dari Proses Pendidikan.

Kurikulum merupakan inti dari proses pendidikan. Kurikulum merupakan bidang yang paling langsung berpengaruh terhadap hasil pendidikan. (Sukmadinata,2012:158). Kurikulum sangat menentukan proses dan hasil suatu sistem pendidikan. Kurikulum juga bisa berfungsi sebagai media untuk mencapai tujuan sekaligus sebagai pedoman dalam pelaksanaan pengajaran pada semua jenis dan semua tingkat pendidikan Arifin,201125. Indonesia telah banyak mengalami perubahan kurikulum, di antaranya kurikulum 1947, 1964, 1968, 1973, 1975, 1984, 1994, 1997, 2004, 2006, dan terakhir 2013. Perubahan kurikulum sering dipengaruhi oleh faktor politik. Contohnya kurikulum 1964 disusun untuk meniadakan MANIPOL-USDEK, kurikulum 1975 digunakan untuk memasukkan Pendidikan Moral Pancasila, dan kurikulum 1984 digunakan untuk memasukkan mata pelajaran Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa PSPB. Kurikulum 1994, di samping meniadakan mata pelajaran PSPB juga untuk mengenalkan kurikulum SMU yang menjadikan pendidikan umum sebagai pendidikan persiapan ke perguruan tinggi. (Soedijarto,2011:25).

ADVERTISEMENT

Sejarah Perkembangan Kurikulum di Indonesia.

  • Kurikulum Berorientasi Pencapaian 1973-1997 1 Kurikulum 1973 Kurikulum 1973 sebagai pengganti kurikulum 1968 menggunakan prinsip-prinsip di antaranya sebagai berikut. Berorientasi pada tujuan. Dalam hal ini pemerintah merumuskan tujuan-tujuan yang harus dikuasai oleh siswa yang lebih dikenal dengan khirarki tujuan pendidikan, yang meliputi tujuan pendidikan nasional, tujuan institusional, tujuan kurikuler, tujuan instruksional umum dan tujuan instruksional khusus, Menganut pendekatan integrative dalam arti bahwa setiap pelajaran memiliki arti dan peranan yang menunjang kepada tercapainya tujuan-tujuan yang lebih integratif.
  • Kurikulum 1975 Kurikulum 1975 sebagai pengganti kurikulum 1973 menggunakan prinsip-prinsip di antaranya sebagai berikut.Menekankan kepada efisiensi dan efektivitas dalam hal daya dan waktu, Menganut pendekatan sistem instruksional yang dikenal dengan Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional PPSI. Sistem yang senantiasa mengarah kepada tercapainya tujuan yang spesifik, dapat diukur dan dirumuskan dalam bentuk tingkah laku siswa. Dipengaruhi psikologi tingkah laku dengan menekankan kepada stimulus respon rangsang-jawab dan latihan Drill. Pembelajaran lebih banyak menggunaan teori Behaviorisme, yakni memandang keberhasilan dalam belajar ditentukan oleh lingkungan dengan stimulus dari luar, yaitu sekolah dan guru. (Hamalik, 2008:56).
  • Kurikulum 1984 Kurikulum 1984 memiliki ciri-ciri sebagai berikut. Berorientasi kepada tujuan instruksional. Didasari oleh pandangan bahwa pemberian pengalaman belajar kepada siswa dalam waktu belajar yang sangat terbatas di sekolah harus benar-benar fungsional dan efektif. Oleh karena itu, sebelum memilih atau menentukan bahan ajar, yang pertama harus dirumuskan adalah tujuan apa yang harus dicapai siswa, Pendekatan pengajarannya berpusat pada anak didik melalui cara belajar siswa aktif CBSA. CBSA adalah pendekatan pengajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif terlibat secara fisik, mental, intelektual, dan emosional dengan harapan siswa memperoleh pengalaman belajar secara maksimal, baik dalam ranah kognitif, afektif, maupun psikomotor, Materi pelajaran dikemas dengan nenggunakan pendekatan spiral. Spiral adalah pendekatan yang digunakan dalam pengemasan bahan ajar berdasarkan kedalaman dan keluasan materi pelajaran. Semakin tinggi kelas dan jenjang sekolah, semakin dalam dan luas materi pelajaran yang diberikan, Menanamkan pengertian terlebih dahulu sebelum diberikan latihan. Konsep yang dipelajari siswa harus didasarkan kepada pengertian, baru kemudian diberikan latihan setelah mengerti. Untuk menunjang pengertian alat peraga sebagai media digunakan untuk membantu siswa memahami konsep yang dipelajarinya, Materi disajikan berdasarkan tingkat kesiapan atau kematangan siswa. Pemberian materi pelajaran berdasarkan tingkat kematangan mental siswa dan penyajian pada jenjang sekolah dasar harus melalui pendekatan konkret, semikonkret, semiabstrak, dan abstrak dengan menggunakan pendekatan induktif dari contoh-contoh ke kesimpulan. Dari yang mudah menuju ke sukar dan dari sederhana menuju ke kompleks, Menggunakan pendekatan keterampilan proses. Keterampilan proses adalah pendekatan belajar-mengajar yang memberi tekanan kepada proses pembentukan keterampilan memperoleh pengetahuan dan mengkomunikasikan perolehannya. Pendekatan keterampilan proses diupayakan dilakukan secara efektif dan efesien dalam mencapai tujuan.
  • Kurikulum 1994 Terdapat ciri-ciri yang menonjol dari pemberlakuan kurikulum 1994, di antaranya sebagai berikut: Pembagian tahapan pelajaran di sekolah dengan sistem caturwulan, Pembelajaran di sekolah lebih menekankan materi pelajaran yang cukup padat berorientasi kepada materi pelajaranisi, Kurikulum 1994 bersifat populis, yaitu yang memberlakukan satu sistem kurikulum untuk semua siswa di seluruh Indonesia. Kurikulum ini bersifat kurikulum inti sehingga daerah yang khusus dapat mengembangkan pengajaran sendiri disesuaikan dengan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sekitar, Dalam pelaksanaan kegiatan, guru hendaknya memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan siswa aktif dalam belajar, baik secara mental, fisik, dan sosial. Dalam mengaktifkan siswa guru dapat memberikan bentuk soal yang mengarah kepada jawaban konvergen divergen terbuka, dimungkinkan lebih dari satu jawaban, dan penyelidikan, Dalam pengajaran suatu mata pelajaran hendaknya disesuaikan dengan kekhasan konseppokok bahasan dan perkembangan berpikir siswa, sehingga diharapkan akan terdapat keserasian antara pengajaran yang menekankan pada pemahaman konsep dan pengajaran yang menekankan keterampilan menyelesaikan soal dan pemecahan masalah, Pengajaran dari hal yang konkrit ke hal yang abstrak, dari hal yang mudah ke hal yang sulit, dan dari hal yang sederhana ke hal yang komplek, Pengulangan-pengulangan materi yang dianggap sulit perlu dilakukan untuk pemantapan pemahaman siswa.
  • Kurikulum 1997 Pelaksanaan kurikulum 1997 kecenderungan kepada pendekatan penguasaan materi content oriented, di antaranya sebagai berikut: Beban belajar siswa terlalu berat karena banyaknya mata pelajaran dan banyaknya materisubstansi setiap mata pelajaran, Materi pelajaran dianggap terlalu sukar karena kurang relevan dengan tingkat perkembangan berpikir siswa, dan kurang bermakna karena kurang terkait dengan aplikasi kehidupan sehari-hari, Permasalahan di atas terasa saat berlangsungnya pelaksanaan kurikulum 1994. Hal ini mendorong para pembuat kebijakan untuk menyempurnakan kurikulum tersebut. Salah satu upaya penyempurnaan itu diberlakukannya Suplemen Kurikulum 1994. Penyempurnaan tersebut dilakukan dengan tetap mempertimbangkan prinsip penyempurnaan kurikulum, yaitu Penyempurnaan kurikulum secara terus menerus sebagai upaya menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tuntutan kebutuhan masyarakat. Penyempurnaan kurikulum dilakukan untuk mendapatkan proporsi yang tepat antara tujuan yang ingin dicapai dengan beban belajar, potensi siswa, dan keadaan lingkungan serta sarana pendukungnya. Penyempurnaan kurikulum dilakukan untuk memperoleh kebenaran substansi materi pelajaran dan kesesuaian dengan perkembangan siswa. d Penyempurnaan kurikulum mempertimbangkan berbagai aspek terkait, seperti tujuan materi, pembelajaran, evaluasi, dan saranaprasarana termasuk buku. Penyempurnaan kurikulum tidak mempersulit guru dalam mengimplementasikan dan tetap dapat menggunakan buku pelajaran dan sarana prasarana pendidikan lainnya yang tersedia di sekolah.

Penyempurnaan tersebut dilakukan dengan tetap mempertimbangkan prinsip penyempurnaan kurikulum, yaitu:

  1. Penyempurnaan kurikulum secara terus menerus sebagai upaya menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tuntutan kebutuhan masyarakat.
  2. Penyempurnaan kurikulum dilakukan untuk mendapatkan proporsi yang tepat antara tujuan yang ingin dicapai dengan beban belajar, potensi siswa, dan keadaan lingkungan serta sarana pendukungnya.
  3. Penyempurnaan kurikulum dilakukan untuk memperoleh kebenaran substansi materi pelajaran dan kesesuaian dengan perkembangan siswa.
  4. Penyempurnaan kurikulum mempertimbangkan berbagai aspek terkait, seperti tujuan materi, pembelajaran, evaluasi, dan sarana/prasarana termasuk buku. Penyempurnaan kurikulum tidak mempersulit guru dalam mengimplementasikan dan tetap dapat menggunakan buku pelajaran dan sarana prasarana pendidikan lainnya yang tersedia di sekolah. Penyempurnaan kurikulum 1994 di pendidikan dasar dan menengah dilaksanakan bertahap yaitu tahap penyempurnaan jangka pendek dan penyempurnaan jangka panjang.
  • Kurikulum Berbasis Kompetensi (2004-2013)

    Kurikulum yang berorientasi pada pencapaian tujuan (1975-1999) berimplikasi pada penguasaan kognitif lebih dominan namun kurang dalam penguasaan keterampilan (skill). Sehingga lulusan pendidikan kita tidak memiliki kemampuan yang memadai terutama yang bersifat aplikatif, sehingga diperlukan kurikulum yang berorientasi pada penguasaan kompetensi secara holistik. Upaya peningkatan mutu pendidikan harus dilakukan secaramenyeluruh yang mencakup pengembangan dimensi manusia Indonesiaseutuhnya, yakni aspek-aspek moral, akhlaq, budi pekerti, pengetahuan,keterampilan, seni, olah raga, dan perilaku. (Ahmadi, 2013: 77).

Baca Juga

Mahasiswa Papua Tolak Transmigrasi, Desak Pemerintah Prioritaskan Hak dan Kesejahteraan Masyarakat Adat

Prestasi Rezzy Eko Caraka, 2% Ilmuwan AI Terbaik Dunia

Presiden Prabowo Dorong Pengajaran Matematika di TK, Ini Tanggapan Para Ahli

BEM FISIP Unair Dibekukan Akibat Aksi Satire, Dekan Tegas Ambil Tindakan

Penyempurnaan kurikulum untuk mewujudkan peserta didik yang dimaksudkan itu telah diamanatkan dalam kebijakan-kebijakan nasional sebagai berikut:

  1. Perubahan keempat UUD 1945 Pasal31 tentang Pendidikan.
  2. Tap MPR No. IV/MPR/1999 tentang GBHN tahun 1999-2004.
  3. Undang-undang tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  4. Pemberlakuan UU Nomor 22 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah.
  5. Peraturan Pemerintah Nomor 25 tahun 2000 tentang Kewenangan.

     Pemerintah dan Daerah sebagai Daerah Otonom, yang antara lain menyatakan pusat berkewenangan dalam menentukan:kompetensi siswa; kurikulum dan materi pokok; penilaian nasional; dan kalender pendidikan. Atas dasar itulah maka Indonesia memilih untuk memberlakukan Kurikulum KBK sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan serta penyempurnaannya dalam bentuk Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

   1) Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2004

      Beberapa Keunggulan KBK dibandingkan kurikulum 1994 adalah:

  1. KBK yang dikedepankan Penguasaan materi Hasil dan kompetenasi Paradigma pembelajaran versi UNESCO: learning to know, learning to do, learning to live together, dan learning to be.
  2. Silabus ditentukan secara seragam, peran serta guru dan siswa dalam proses pembelajaran, silabus menjadi kewenangan guru.
  3. Jumlah jam pelajaran 40 jam per minggu, tetapi jumlah mata pelajaran belum bisa dikurangi.
  4. Metode pembelajaran Keterampilan proses dengan melahirkan metode pembelajaran PAKEM dan CTL.
  5. Sistem penilaian Lebih menitik beratkan pada aspek kognitif, penilaian memadukan keseimbangan kognitif, psikomotorik, dan afektif, dengan penekanan penilaian berbasis kelas.
  • KBK memiliki empat komponen, yaitu kurikulum dan hasil belajar (KHB), penilaian berbasis kelas (PBK), kegiatan belajar mengajar (KBM), dan pengelolaan kurikulum berbasis sekolah (PKBS).

     KHB berisi tentang perencaan pengembangan kompetensi siswa yang perlu dicapai secara keseluruhan sejak lahir sampai usia 18 tahun. PBK adalah melakukan penilaian secara seimbang di tiga ranah, dengan menggunakan instrumen tes dan non tes, yang berupa portofolio, produk, kinerja, dan pencil test. KBM diarahkan pada kegiatan aktif siswa dala membangun makna atau pemahaman, guru tidak bertindak sebagai satu-satunya sumber belajar, tetapi sebagai motivator yang dapat menciptakan suasana yang memungkinkan siswa dapat belajar secara penuh dan optimal. (Ahmadi,2013: 79).

  • Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006

     Adapun prinsip-prinsip pengembangan KTSP menurut Permendiknas nomor 22 tahun 2006 sebagaimana dikutip dari Ahmadi adalah sebagai berikut:

Advertisement. Scroll to continue reading.
  1. Berpusat pada potensi, perkembangan, serta kebutuhan peserta didik dan lingkungannya. Pengembangan kurikulum didasarkan atas prinsip bahwa peserta didik adalah sentral proses pendidikan agar menjadi manusia yang bertakwa, berakhlak mulia, berilmu, serta warga negara yang demokratis sehingga perlu disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan lingkungan siswa.
  2. Beragam dan terpadu. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman peserta didik, kondisi daerah dengan tidak membedakan agama, suku, budaya, adat, serta status sosial ekonomi dan gender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu.
  3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Kurikulum dikembangkan atas kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni berkembang secara dinamis.
  4. Relevan dengan kebutuhan.
  5. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan relevansi pendidikan tersebut dengan kebutuhan hidup dan dunia kerja.
  6. Menyeluruh dan berkesinambungan. Substansi kurikulum direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan.
  7. Belajar sepanjang hayat, kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat.
  8. Seimbang antara kepentingan global, nasional, dan lokal. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan global, nasional, dan lokal untuk membangun kehidupan masyarakat. (Ahmadi, 2013: 80).

3) Kurikulum 2013 (K13).     Inti dari Kurikulum 2013, adalah ada pada upaya penyederhanaan, dan tematik-integratif. Kurikulum 2013 disiapkan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi masa depan. Karena itu kurikulum disusun untuk mengantisipasi perkembangan masa depan. Titik beratnya adalah mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran. Adapun obyek yang menjadi pembelajaran dalam penataan dan penyempurnaan kurikulum 2013 menekankan pada fenomena alam, sosial, seni, dan budaya. Pelaksanaan penyusunan kurikulum 2013 adalah bagian dari melanjutkan pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang telah dirintis pada tahun 2004 dengan mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu, sebagaimana amanat UU 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada penjelasan pasal 35, di mana kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati. Paparan ini merupakan bagian dari uji publik Kurikulum 2013, yang diharapkan dapat menjaring pendapat dan masukan dari masyarakat.

Perubahan Kurikulum

Pengertian Perubahan Kurikulum Secara akademis, kurikulum setidaknya mencakup empat komponen utama:

  1. Tujuan-tujuan pendidikan yang ingin dicapai.
  2. Pengetahuan, ilmu-ilmu, data-data, aktivitas-aktivitas dan pengalaman dari mana-mana.
  3. Metode dan cara-cara mengajar dan bimbingan yang diikuti murid-murid untuk mendorong mereka kepada yang dikehendaki dan tujuan-tujuan yang dirancang.
  4. Metode dan cara penilaian yang digunakan dalam mengukur dan menilai hasil proses pendidikan yang dirancang dalam kurikulum (Langgulung, 2003:176).

Kaitannya dengan perubahan kurikulum, Soetopo dan Soemanto (1991:38) menyatakan bahwa suatu kurikulum disebut mengalami perubahan bila terdapat adanya perbedaan dalam satu atau lebih komponen kurikulum antara dua periode tertentu, yang disebabkan oleh adanya usaha yang disengaja. Sedangkan menurut Nasution (2009:252), perubahan kurikulum mengenai tujuan maupun alat-alat atau cara-cara untuk mencapai tujuan itu. Mengubah kurikulum sering berarti turut mengubah manusia, yaitu guru, pembina pendidikan, dan mereka-mereka yang mengasuh pendidikan. Itu sebab perubahan kurikulum dianggap sebagai perubahan sosial, suatu social change. Perubahan kurikulum juga disebut pembaharuan atau inovasi kurikulum.

YUSUF DATAU, ILHAM LALU, ISHAK PAMBI, SRI NANING PAKAYA

Share750SendTweet469
google-news Baca Juga di Google News whatsapp Baca Juga di WhatsApp Channel
Previous Post

Karakter Bangsa Berasal Dari Karakter Peserta Didik

Next Post

Pendidikan Karakter dalam Pembentukan Sikap Spiritual dan Sosial pada Peserta Didik Sekolah Dasar

Redaksi

Redaksi

Sebagai penulis berita di PT Media Jurnal dan Pendidikan

Artikel Terkait

Wisuda Doktor dalam Waktu Singkat: Prestasi Dr. Bambang Yugo Pamungkas di UMS
Publikasi

Dr. Bambang Yugo Pamungkas: Wisuda Doktor Tercepat di UMS

Opinikampus.com - Universitas Muhammadiyah Surakarta, Dr. Bambang Yugo Pamungkas, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi, telah berhasil menyelesaikan pendidikan...

by Redaksi
12/04/2026
2.3k
Berita

Manajemen Pendidikan Pesantren dan Madrasah Dalam Menghadapi Era 5.0 (WebNas Adpend Series XV)

Read More ADMINISTRASI PENDIDIKAN WEBINAR NASIONAL PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PENDIDIKAN SERIES XV Manajemen Pendidikan Pesantren dan Madrasah Dalam Menghadapi Era...

by Redaksi
25/06/2022
2.3k
Photo by Husniati Salma on Unsplash
Mahasiswa

Pentingnya Memperhatikan Aktivitas Belajar Peserta Didik dalam Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar

Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 1, bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan...

by Redaksi
14/04/2023
2.3k
Peran Perguruan Tinggi dalam Percepatan Pencapaian Target Pembangunan Berkelanjutan (SDGS) pada Pilar Lingkungan
Agenda

Peran Perguruan Tinggi dalam Percepatan Pencapaian Target Pembangunan Berkelanjutan (SDGS) pada Pilar Lingkungan

Opinikampus.com - Rabu, 20 September 2023, Universitas Pohuwato menggelar sebuah acara kuliah pakar yang bertujuan untuk membahas peran perguruan tinggi...

by Redaksi
20/09/2023
2.3k
Load More
Next Post
Photo by Husniati Salma on Unsplash

Pendidikan Karakter dalam Pembentukan Sikap Spiritual dan Sosial pada Peserta Didik Sekolah Dasar

  • Trending
  • Comments
  • Latest
UI Tanggapi Dugaan Kekerasan Seksual Melibatkan Ketua BEM

Kekerasan Seksual Ketua BEM UI: Respons Universitas Indonesia

26/03/2026
Kontroversi Gaji Tertunda Eks Karyawan Warkop 008 Marisa

Warkop 008 Marisa: Kontroversi Gaji Tertunda

26/03/2026
Rocky Gerung dan Kasus Melki: Suara Mahasiswa Dalam Bahaya?

Rocky Gerung dan Kasus Melki: Suara Mahasiswa Dalam Bahaya?

01/03/2026
Polisi Mengamankan Mahasiswa UNIPO yang Salah Sasaran dalam Aksi Demo Penambang di Pohuwato

Polisi Mengamankan Mahasiswa UNIPO yang Salah Sasaran dalam Aksi Demo Penambang di Pohuwato

23/09/2023
Kampus Merdeka

Daftar Magang Bersertifikat Kampus Merdeka

0
Hadiri Pelantikan SEMA dan HMJ PGSD FKIP Unipo, Ini Pesan Rektor Jorry

Hadiri Pelantikan SEMA dan HMJ PGSD FKIP Unipo, Ini Pesan Rektor Jorry

0
Kunjungan LLDIKTI XVI ke UMGO dalam rangka pengecekan kesiapan pembukaan Program Studi Kedokteran

Kunjungan LLDIKTI XVI ke UMGO dalam rangka pengecekan kesiapan pembukaan Program Studi Kedokteran

0
FKIP Unipo Gelar Pembekalan PPL 2, Ini Harapan Jenli Terhadap Mahasiswa

FKIP Unipo Gelar Pembekalan PPL 2, Ini Harapan Jenli Terhadap Mahasiswa

0

Beasiswa Wirausaha Pegadaian: Kuliah Bisnis 1 Tahun

17/05/2026

Penghapusan Guru Honorer Bisa Picu Kekosongan Pengajar

17/05/2026

Eka Kurniawan Bawa Sastra Indonesia ke Moskow

17/05/2026
Greenhouse hidroponik tenaga surya mahasiswa Untidar

Ide Kreatif Mahasiswa Untidar Bangun Greenhouse Surya

17/05/2026

Kategori Pilihan

  • Advertorial (15)
  • Agenda (33)
  • Beasiswa (30)
  • Berita (114)
  • Diskusi (1)
  • Dosen (20)
  • Ekonomi (1)
  • Hukum (11)
  • Kampus Merdeka (15)
  • Kriminal (19)
  • Lowongan Pekerjaan (4)
  • Mahasiswa (93)
  • Media (16)
  • Pendidikan (79)
  • Podcast (1)
  • Politik (8)
  • Publikasi (80)
  • Webminar (15)

Tags Terkait

Advertorial Beasiswa Beasiswa LPDP bisnis cimahi Demo diplomasi budaya Dosen Edy Sijaya eka kurniawan Fakultas Hukum Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan FISIP FISIP UNIPO FKIP Gen Z Indonesia Jalur Mandiri jurusan farmasi Kabupaten Pohuwato Kewirausahaan KIP KULIAH KKN literasi literasi global LPM UNIPO mahasiswa pegadaian Pendidikan pendidikan tinggi Perguruan TInggi Pohuwato Saipul A. Mbuinga sastra Indonesia Seminar Suharsi Igirisa UGM UNIPO Universitas Gadjah Mada Universitas Pohuwato Unjuk Rasa UNPAD wirausaha young entrepreneur academy

Popular Minggu Ini

  • Viral Mahasiswa Unand Lakukan Tindakan Asusila di Kamar Masjid

    Viral Mahasiswa Unand Lakukan Tindakan Asusila di Kamar Masjid

    2365 shares
    Share 2155 Tweet 1347
  • Universitas BSI Gelar Program TOEP dan TPDA Dosen 2023 untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan Tinggi di Indonesia

    642 shares
    Share 485 Tweet 303
  • Beasiswa Wirausaha Pegadaian: Kuliah Bisnis 1 Tahun

    1875 shares
    Share 750 Tweet 469
  • Penghapusan Guru Honorer Bisa Picu Kekosongan Pengajar

    1875 shares
    Share 750 Tweet 469
  • Eka Kurniawan Bawa Sastra Indonesia ke Moskow

    1875 shares
    Share 750 Tweet 469
Seedbacklink
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Opini Kampus

© 2023 PT Media Jurnal dan Pendidikan

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Media Partner
  • Karir
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Login
No Result
View All Result
  • Berita
  • Media
  • Publikasi
  • Agenda
  • Beasiswa
  • Info Grafik
  • Karir
  • Advertorial

© 2023 PT Media Jurnal dan Pendidikan

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.