Opinikampus.com – Beasiswa Pegadaian kembali membuka peluang bagi Gen Z yang ingin belajar wirausaha lewat pelatihan bisnis gratis selama satu tahun bersama Young Entrepreneur Academy (YEA). Program ini menyasar peserta muda dari keluarga prasejahtera atau yatim dhuafa agar bisa membangun usaha dari nol dengan bimbingan mentor dan fasilitas yang mendukung.
Beasiswa Pegadaian untuk calon wirausaha muda
Program ini memberi ruang bagi anak muda yang ingin belajar bisnis secara lebih terarah. Alih-alih hanya menerima teori di kelas, peserta disiapkan untuk menjalani proses belajar yang bertahap, mulai dari pengenalan dasar hingga praktik usaha mandiri. Bagi mahasiswa dan dosen yang mengikuti isu pendidikan, skema seperti ini menunjukkan bahwa beasiswa tidak selalu identik dengan studi formal, tetapi juga bisa menjadi jalur pembinaan keterampilan ekonomi yang nyata.
Dengan menggandeng Young Entrepreneur Academy, Beasiswa Pegadaian menempatkan pembinaan karakter dan kemandirian sebagai bagian penting dari proses belajar. Sasaran utamanya pun jelas, yaitu peserta muda dari keluarga prasejahtera atau yatim dhuafa yang ingin mengubah kondisi hidup lewat kemampuan berwirausaha.
Skema pelatihan satu tahun di YEA
Enam bulan pertama: tinggal di asrama dan belajar intensif
Pada tahap awal, peserta akan tinggal di asrama Gadespace YEA, Cimahi, selama enam bulan. Fase ini dirancang sebagai masa pembekalan yang padat. Peserta tidak hanya belajar teori bisnis, tetapi juga menjalani lima proyek simulasi kelompok seperti kompetisi penjualan, digital marketing, promosi efektif, praktik entrepreneur lapangan, entrepreneur camp, dan orientasi bagi calon entrepreneur.
Model pembelajaran seperti ini membuat peserta terbiasa menghadapi ritme kerja, menyusun strategi, dan berlatih mengambil keputusan dalam situasi yang mirip dengan dunia usaha. Untuk calon mahasiswa yang ingin menekuni bisnis, pendekatan tersebut bisa menjadi bekal yang lebih konkret dibandingkan pembelajaran yang sepenuhnya pasif.
Enam bulan kedua: menjalankan bisnis secara mandiri
Setelah melewati fase dasar, peserta masuk ke tahap berikutnya, yakni membangun home business di Bandung atau daerah asal masing-masing. Mereka tetap mendapatkan pendampingan jarak jauh dari mentor praktis, sehingga proses belajar tidak berhenti saat kembali ke rumah. Dengan cara ini, peserta dilatih untuk benar-benar mempraktikkan pengetahuan yang sudah dipelajari.
Perpindahan dari asrama ke bisnis mandiri juga menunjukkan bahwa program ini tidak hanya mengejar pengetahuan, tetapi membentuk keberanian untuk bertahan dan berkembang. Bagi dunia pendidikan, pola seperti ini menarik karena menghubungkan pembelajaran dengan hasil yang langsung terlihat di lapangan.
Fasilitas, syarat, dan dokumen pendaftaran
Selama mengikuti program, peserta memperoleh sejumlah fasilitas yang cukup lengkap. Beasiswa ini membebaskan uang pangkal dan SPP selama satu tahun di YEA dengan nilai sekitar Rp45 juta. Selain itu, ada tempat tinggal gratis di asrama untuk enam bulan pertama, bantuan makan harian selama masa karantina, modul pembelajaran mutakhir, jaket almamater, akses fasilitas edukasi, hingga peluang business fieldtrip ke pusat-pusat bisnis yang sukses.
Untuk bisa mendaftar, peserta harus memenuhi beberapa syarat, yaitu WNI, berusia 17–25 tahun, belum menikah, berasal dari keluarga prasejahtera atau yatim dhuafa, serta siap menaati aturan asrama dan mengikuti seluruh rangkaian program selama satu tahun penuh.
Dokumen yang perlu disiapkan mencakup KTP, Kartu Keluarga, SKTM atau bukti pendukung kondisi prasejahtera, pas foto terbaru, CV, foto rumah sesuai format laman resmi, serta surat rekomendasi dan surat pernyataan pendaftar. Kelengkapan berkas menjadi penting karena seleksi program biasanya menilai kesiapan peserta sejak awal.
Cara daftar dan hal yang perlu dicatat
Pendaftaran dilakukan melalui situs beasiswawirausaha.com. Calon peserta tinggal membuka laman tersebut, menuju bagian pendaftaran, memilih menu isi formulir, lalu melengkapi berkas yang diminta. Masa pendaftaran berlangsung pada 1–25 Mei 2026, sehingga peserta perlu menyiapkan dokumen lebih awal agar tidak terburu-buru di akhir periode.
Secara umum, Beasiswa Pegadaian ini menarik karena menggabungkan pendidikan, pembinaan karakter, dan praktik usaha dalam satu paket. Bagi mahasiswa yang ingin menambah bekal kewirausahaan, program ini bisa menjadi pintu masuk yang relevan. Sementara bagi dosen dan pemerhati pendidikan, skema semacam ini memperlihatkan bagaimana beasiswa dapat dirancang lebih adaptif terhadap kebutuhan generasi muda.




























