Opinikampus.com – Beasiswa Wirausaha Pegadaian memberi jalur baru bagi pendidikan tinggi karena peserta tidak hanya belajar teori bisnis, tetapi juga menjalani pembinaan setahun penuh, dari asrama hingga praktik usaha mandiri.
Pendidikan tinggi yang bertemu praktik bisnis
Program ini menjadi pilihan menarik bagi anak muda yang ingin menata masa depan lewat jalur pembelajaran yang lebih aplikatif. Alih-alih berhenti pada kelas teori, peserta diajak masuk ke pengalaman bisnis yang bertahap, sehingga pemahaman mereka tumbuh bersama latihan langsung.
Pendaftaran dibuka untuk periode Mei 2026
Pegadaian membuka pendaftaran Beasiswa Wirausaha Pegadaian Batch 3 Tahun 2026 pada 1 sampai 25 Mei 2026. Informasi ini penting bagi calon peserta yang ingin menyiapkan diri lebih awal, terutama karena programnya bersifat selektif dan pembiayaannya penuh bagi peserta terpilih.
Sasaran utamanya anak muda yang punya potensi
Program ini ditujukan untuk anak muda potensial, terutama dari keluarga prasejahtera atau yatim dhuafa. Dengan sasaran tersebut, kesempatan belajar membangun usaha dari bawah diharapkan bisa lebih terbuka bagi mereka yang selama ini terkendala biaya.
Skema pelatihan berlangsung selama satu tahun
Seluruh rangkaian beasiswa berjalan selama 12 bulan dan dibagi ke dalam dua tahap besar. Pola ini membuat peserta tidak hanya memahami dasar bisnis, tetapi juga memperoleh ruang untuk menguji kemampuan mereka secara bertahap.
Enam bulan awal di asrama Cimahi
Pada fase pertama, peserta tinggal di asrama Gadespace YEA, Cimahi. Mereka mengikuti pelatihan intensif sekaligus lima proyek simulasi bisnis kelompok, seperti kompetisi penjualan, pemasaran digital, promosi efektif, praktik entrepreneur lapangan, Entrepreneur Camp, dan OSCET.
Enam bulan berikutnya menjalankan bisnis nyata
Setelah fondasi dasarnya terbentuk, peserta masuk ke fase kedua dengan tantangan yang lebih nyata. Mereka diminta membangun dan mengelola bisnis mandiri di Bandung atau di daerah asal masing-masing, sambil tetap menerima mentoring jarak jauh dari para mentor praktis.
Fasilitas yang membuat program ini menonjol
Selain pembinaan, beasiswa ini juga menanggung berbagai kebutuhan dasar peserta. Skemanya mencakup bebas uang pangkal dan SPP penuh selama satu tahun di YEA dengan nilai sekitar Rp 45 juta, tempat tinggal gratis, serta uang makan rutin selama masa karantina asrama.
Dukungan belajar dan akses pengembangan diri
Peserta juga memperoleh modul pembelajaran mutakhir, jaket almamater, akses ke fasilitas edukasi penunjang, pendampingan eksklusif dari mentor pengusaha praktis, dan kesempatan mengikuti business fieldtrip. Kombinasi ini menjadikan program lebih siap untuk melatih mental usaha.
Kenapa relevan bagi mahasiswa dan dosen
Bagi mahasiswa, program seperti ini memperlihatkan bahwa pendidikan tinggi bisa terhubung langsung dengan dunia usaha. Bagi dosen, model pembinaan semacam ini juga menunjukkan bahwa pengalaman belajar yang kuat tidak selalu harus berhenti di ruang kelas, melainkan bisa diperluas lewat praktik, pendampingan, dan evaluasi nyata.
Kesimpulan
Beasiswa Wirausaha Pegadaian menawarkan lebih dari sekadar dukungan biaya. Program ini menyatukan pendidikan tinggi, pelatihan bisnis, dan pendampingan praktis agar peserta punya bekal membangun usaha sendiri. Dengan sasaran yang jelas dan fasilitas yang lengkap, peluang ini layak diperhatikan oleh calon peserta yang serius menekuni kewirausahaan.




























