Opinikampus.com – Redho Tri Agustian, seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), sempat hilang sebelum akhirnya ditemukan menjadi korban mutilasi. Polisi telah menangkap Waliyin (29) dan Ridduan (38) sebagai pelaku mutilasi, dengan motif yang dikaitkan dengan aktivitas tidak wajar hingga LGBT.
Baca Juga: Mahasiswa Universitas Indonesia Ditemukan Tewas Terbungkus Plastik
Kronologi Kasus Mutilasi Mahasiswa UMY
Kasus mutilasi Redho bermula dari penemuan potongan tubuh yang berceceran di daerah Turi, Sleman pada hari Rabu (12/7/2023) malam. Potongan tubuh itu ditemukan berceceran di sungai. “Di sungai. TKP tepat di atas jembatan bawahnya sungai terus di sampingnya ada semak-semak di situ. Jadi yang awal kita temukan di dalam dasar sungai terus ada beberapa potongan tubuh kita temukan di semak-semak di atasnya,” kata Kapolresta Sleman Kombes Yuswanto Ardi.
Penyelidikan dan Identifikasi Korban
Selanjutnya, polisi menyebut kemungkinan besar organ tubuh itu berasal dari korban mutilasi. Namun, polisi belum mengantongi identitas korban. “Kemungkinan besar ini korban mutilasi tapi kita hanya menemukan potongan tubuh yang bagian-bagian kecilnya saja khususnya tangan dan kaki. Kita belum menemukan bagian-bagian yang besar,” kata Kasat Reskrim Polresta Sleman Kompol Deni Irwansyah.
Dirreskrimum Polda DIY Kombes FX Endriadi pun akhirnya mengungkap identitas korban mutilasi yang potongan tubuhnya dibuang berceceran di Turi, Sleman. Dia menyebut korban berjenis kelamin laki-laki berinisial R dan berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta.
Laporan Orang Hilang dan Konfirmasi dari UMY
Inisial R ternyata memiliki kesamaan dengan masuknya laporan orang hilang di Bantul. Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry mengonfirmasi kabar hilangnya mahasiswa UMY atas nama Redho Tri Agustian. “Benar, ada pengaduan terkait orang hilang yang masuk ke Polsek Kasihan pada hari Kamis (13/7/2023). Yang hilang atas nama Redho Tri Agustian, mahasiswa UMY yang ngekos di Tamantirto, Kasihan, Bantul,” kata Jeffry.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UMY Faris Al-Fadhat membenarkan kabar hilangnya salah satu mahasiswanya itu. “Kami masih menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian. Kemarin polisi sudah melakukan cek TKP ke kos serta bertemu pihak kampus, khususnya program studi Hukum,” kata Faris.
Hasil Tes DNA dan Koordinasi dengan Polda DIY
Sementara itu, pihak keluarga dari Redho, mahasiswa UMY yang hilang, mengaku sudah siap dengan hasil tes DNA korban mutilasi di Sleman. “Kita masih menunggu hasil (tes DNA) dari kepolisian Jogja,” kata Majid, salah seorang kerabat Redho.
Terkait kasus mahasiswa UMY hilang yang diduga identik dengan ciri-ciri korban mutilasi Sleman, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UMY Faris Al-Fadhat mengaku telah berkoordinasi dengan Polda DIY dan keluarga Redho. Menurutnya, Polda DIY akan menyampaikan hasil forensiknya.
Ikuti kami di Google News: Opini Kampus