Opinikampus.com. Marawi, Filipina, Ledakan bom mengguncang gimnasium Universitas Negeri Mindanao di Marawi, Filipina selatan, pada Minggu (3/12/2023) pagi. Ledakan terjadi saat misa Katolik sedang berlangsung, menewaskan empat orang dan melukai setidaknya 50 orang lainnya.
Ledakan terjadi sekitar pukul 08.00 waktu setempat. Lokasi kejadian berada di gimnasium Universitas Negeri Mindanao, yang terletak di Jalan C.P. Garcia, Marawi. Gimnasium tersebut merupakan tempat ibadah bagi umat Katolik di kampus tersebut.
Menurut keterangan polisi, ledakan diduga disebabkan oleh bom rakitan yang diletakkan di dekat mimbar. Bom tersebut meledak saat misa sedang berlangsung, menyebabkan kepanikan di antara para jemaat.
Empat orang tewas dalam ledakan tersebut, yakni tiga wanita dan satu pria. Korban luka-luka di antaranya berasal dari berbagai usia dan latar belakang, termasuk mahasiswa, dosen, dan warga setempat.
Polisi masih menyelidiki motif serangan bom ini. Namun, Direktur Kepolisian Daerah Lanao del Sur, Brigadir Jenderal Allan Nobleza, mengatakan bahwa serangan ini diduga merupakan aksi balas dendam oleh kelompok militan pro-ISIS.
Serangan ini merupakan peristiwa kekerasan terbaru di Filipina. Mindanao, khususnya, merupakan wilayah yang rawan konflik. Konflik antara pemerintah Filipina dan kelompok militan pro-ISIS telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Peristiwa ini telah menimbulkan kecaman dari berbagai pihak. Gubernur Lanao del Sur Mamintal Adiong Jr mengutuk serangan bom ini dan menyebutnya sebagai tindakan keji.
“Saya mengutuk insiden pemboman yang terjadi pagi ini,” kata Gubernur Lanao del Sur Mamintal Adiong Jr dalam sebuah pernyataan.
“Serangan teroris terhadap institusi pendidikan juga harus dikutuk karena ini adalah tempat yang mempromosikan budaya perdamaian,” sambungnya.
Universitas Negeri Mindanao juga mengutuk keras serangan bom tersebut. Dalam sebuah pernyataan di Facebook, Universitas Negeri Mindanao mengatakan bahwa mereka sangat sedih dan terkejut dengan peristiwa ini.
“Universitas Negeri Mindanao sangat sedih dan terkejut dengan tindakan kekerasan yang terjadi saat acara keagamaan. Kami dengan tegas mengutuk keras tindakan tidak masuk akal dan mengerikan ini,” tulis Universitas Negeri Mindanao.
Usai kejadian tersebut, Universitas Negeri Mindanao mengatakan pihaknya menangguhkan perkuliahan sampai pemberitahuan lebih lanjut.