Sekolah pada dasamya adalah rumah kedua untuk menimba ilmu. Pada umumnya. sekolah termasuk dalam kategori yang memiliki kedisiplinan yang tinggi. Tujuan kedisiplinan itu sendiri adalah membentuk perilaku sedemikian rupa sehingga perilaku tersebut sesuai dengan peran-peran yang telah ditetapkan oleh kelompok. budaya dimana tempat individu itu tinggal Hurlock dalam Anggraini (2015). Selain itu, kedisiplinan merupakan suatu cara untuk membantu anak membangun pengendalian diri mereka, dan bukan membuat anak mengikuti dan mematuhi perintah orang dewasa. Anak yang mau mengikuti pendidikan tertentu pada suatu sekolah tentunya harus mengikuti aturan yang berlaku di sekolah khususnya aturan yang berlaku di dalam kelas.
Anak dapat memperolah suatu batasan untuk memperbaiki tingkah lakunya yang salah dengan disiplin. Kedisiplinan juga membantu anak memperoleh perasaan puas karena kesetiaan dan kepatuhannya dan juga mengajarkan kepada anak bagaimana berpikir secara teratur. Kedisiplinan dalam nilai karakter bangsa adalah tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
Aturan tersebut antara lain: (1) membiasakan kebersihan toilet dan halaman. sekolah, (2) menyelesaikan tugas diberikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yang (3) ikut menjaga ketenangan belajar baik di kelas. perpustakaan, laboratorium maupun di lingkungan sekolah, (4) membiasakan membuang sampah pada tempatnya. Terdapat beberapa permasalahan mengenai kedisiplinan. Permasalahan tersebut antara lain: (1) siswa datang terlambat. (2) tidak membawa pulang buku pelajaran dan alat sekolah, (3) tidak menyelesaikan tugas tepat waktu, (4) tidak memperhatikan pelajaran, (5) membuang sampah tidak pada tempatnya, (6) berpakaian tidak rapi.
Bentuk kedisiplinan belajar di sekolah SD antara lain disiplin berpakaian. disiplin waktu, disiplin belajar, dan disiplin mentaati peraturan sekolah. Sekolah mempunyai aturan-aturan dan tata tertih yang wajib untuk dilaksanakan anak, misalnya peraturan mengenai pengunaan seragam, jadwal, jam belajar, dan jam istirahat. Selain itu, juga 4 peraturan mengenai apa yang harus dan tidak boleh dilakukan sewaktu. anak berada di dalam kelas atau di luar kelas. Oleh sebab itu peneliti beranggapan bahwa tingkat kedisiplinan belajar siswa harus ditanamkan sejak dini agar tercapainya tujuan yang diinginkan. Hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai- nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi, dan keterampilan. Hasil belajar merupakan kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar. Hasil belajar adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi tidak membawa pulang buku pelajaran dan alat sekolah. Terlihat dari banyak ditemukan buku paket yang sengaja ditinggal di dalam laci meja.
Disiplin adalah sesuatu yang berkenaan dengan pengendalian diri seseorang terhadap aturan Rachman dalam Anggara, (2015). Disiplin merupakan sikap mental yang dimiliki oleh individu dan pada hakikatnya mencerminkan rasa ketaatan dan kepatuhan yang didukung oleh kesadaran dalam menjelaskan tugas dan kewajibannya untuk mencapai tugas tertentu Munawaroh, (2016114). Salah satu nilai moral yang harus ditanamkan pada anak sejak dini adalah nilai kedisiplinan. Disiplin berasal dari kata disicple yang berarti belajar dengan sukarela mengikuti pemimpin yang bertujuan untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan secara optimal Handayani, 2015. Salah satu nilai moral yang harus ditanamkan pada anak sejak dini adalah nilai kedisiplinan. Disiplin berasal dari kata disicple yang berarti belajar dengan sukarela mengikuti pemimpin yang bertujuan untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan secara optimal Munawaroh, (2016:115). Pokok utama dari disiplin adalah peraturan. Sedangkan peraturan menurut Sari (2017:6) adalah pola aturan tertentu yang diterapkan dan ditetapkan untuk mengatur perilaku seseorang. Peraturan yang efektif bagi anak adalah peraturan yang dengan mudah dapat diingat, dimengerti dan diterima. Disiplin merupakan tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh terhadap berbagai ketentuan dan peraturan yang berlaku Mustari, (2017:41).
Sedangkan menurut Rohmat dalam Ardianti (2015) menjelaskan bahwa disiplin adalah kepatuhan untuk menghormati dan melaksanakan. suatu sistem yang mengharuskan orang untuk tunduk kepada keputusan, perintah dan peraturan yang berlaku. Sedangkan kedisiplinan siswa menurut Imran (2017:173) dapat diartikan sebagai suatu keadaan tertib dan teratur yang dimiliki oleh siswa disekolah, tanpa ada pelaggaran-pelanggaran yang merugikan baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap siswa sendiri dan terhadap sekolah secara keseluruhan. Terbentuknya kedisiplinan sebagai tingkah laku yang berpola dan teratur dipengaruhi oleh dua factor menurut Unaradjan dalam Anggraini (2015), yaitu sebagai berikut a Faktor Internal Faktor internal yang dimaksud adalah unsur yang berasal dari dalam diri individu. Faktor ini dipengaruhi oleh keadaan fisik dan keadaan psikis pribadi. Keadaan fisik yang dimaksud adalah individu yang sehat secara fisik atau biologis yang dapat melaksanakan tugas dengan baik.
Fungsi Disiplin
Menjelaskan bahwa terdapat 7 (tujuh) fungsi disiplin yaitu sebagai berikut:
- Menata kehidupan bersama
- Membangun kepribadian
- Melatih kepribadian
- Pemaksaan
- Hukuman
- Menciptakan lingkungan kondusif
- Pembentukan Disiplin
Tujuan Disiplin
Tujuan disiplin menurut Munawaroh (2016:55) yaitu mengajarkan kepatuhan. Sedangkan menurut Rachmawati (2015:41) menjelaskan bahwa tujuan disiplin sekolah yaitu schagai berikut:
(a) Memberikan dukungan agar tidak terjadi penyimpangan pada peserta didik.
(b) Mendorong siswa agar melakukan hal-hal yang baik dan benar serta tidak melanggar aturan atau norma yang sudah berlaku dan sudah di tetapkan.
(c) Membantu siswa untuk memahami serta menyesuaikan din lingkungan sekolah serta menjauhi hal-hal yang dilarang oleh sekolah.
(d) Siswa diajarkan untuk hidup dengan pembiasaan dan kebiasaan yang baik serta bermanfaat bagi dirinya sendiri serta lingkungan sekitarnya.
Tujuan disiplin adalah untuk mendisiplinkan anak agar bertingkah laku sesuai dengan aturan yang berlaku dan diharapkan diterapkan dilingkungan masyarakat Matsuroh dalam Anggraini. (2015). Anak harus mulai untuk dibelajarkan bersikap dimulai dari hal yang rutin. dan mudah terpantau orang tua. Menurut Marijan (2017:74) contoh sikap disiplin yang dapat pantauan orang tua merupakan pendidik, pemandu, serta pemantau pelaksanaan pendidikan disiplin anak. Belajar Belajar Pengertian Belajar Menurut Slameto (2015:17).
Pengertian Belajar Menurut Slameto (2015:17). belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Menurut Rachmawati (2015:56) Proses belajar mengajar penyajian materi pelajaran dari guru kepada siswa dengan melibatkan anak didik yang menjalani proses belajar, dan guru peranannya dalam mengajar. Belajar mengandung pengertian sangat kompleks sehinga banyak para ahli yang mengemukakan definisi belajar. Belajar merupakan proses penting bagi perubahan perilaku setiap orang. Belajar juga mencakup segala sesuatu yang dipikirkan dan dikerjakan oleh seseorang.
Kedisiplinan Belajar Di Sekolah
Berdasarkan uraian sebelumnya mengenai pengertian kedisiplinan dan belajar, penulis menyimpulkan bahwa kedisiplinan belajar adalah suatu usaha yang dilakukan oleh individu dalam perubahan tingkah laku baik melalui latihan dan pengalaman yang berkaitan dengan pengetahuan, sikap dan perilaku. Kedisiplinan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kedisiplinan siswa selama mengikuti proses belajar mengajar. Kedisiplinan belajar merupakan hal yang amat menentukan dalam proses pencapaian tujuan pendidikan. Menurut Munawaroh (2016:121) menyatakan bahwa perilaku kedisiplinan di sekolah ini menyangkut semua warga sekolah. maka perilaku yang diharapkan adalah perilaku yang mencerminkan perilaku yang telah disepakati. Kedisiplinan dalam belajar digunakan untuk mengontrol tingkah laku siswa agar tugas- tugas yang diberikan dapat berjalan dengan lancar. Menurut Marijan (2017:89) menyatakan bahwa ada dua bentuk kedisiplinan belajar di sekolah. yaitu kedisiplinan dalam hal berpakaian dan kedisiplinan waktu. Kedisiplinan dalam hal berpakaian adalah ketertiban siswa dalam memakai seragam sekolah sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan oleh sekolah, sedangkan kedisiplinan waktu adalah perilaku siswa dalam menghargai waktu. Misalnya adalah datang tepat waktu. Menurut Nugroho (2015) mengemukakan bahwa agar seorang siswa dapat belajar dengan baik, maka ia harus bersikap disiplin, terutama kedisiplinan belajar dalam halhal sebagai berikut a. Kedisiplinan dalam menepati jadwal pelajaran Apabila siswa memiliki jadwal kegiatan belajar, ia harus menepati jadwal yang telah dibuatnya.
Strategi Meningkatkan Kedisiplinan Siswa
Dalam meningkatkan kedisiplinan siswa menurut Munawaroh (2016:92) menjelaskan strategi yang digunakan adalah sebagai berikut Reward penghargaan Reward atau penghargaan yang diberikan kepada siswa ada 4 yaitu Pujian Pujian adalah suatu bentuk reward yang paling mudah dilakukan. Pujian dapat berupa kata-kata seprti baik, bagus sekali dan sebagainya, ataupun berupa kata-kata yang bersifat sugesti. Misalnya nah, lain kali pasti akan lebih baik Penghormatan Reward berupa penghormatan ini perkara yang disukai dan diharapkan. biasanya berbentuk penobatan. Pelajar yang layak diberikan reward, diberikan penghormatan dengan diumumkan dan ditampilkan di hadapan teman- temannya. harga dan kegunaan barang tersebut, melainkan dinilai dari segi kesan atau nilai kenangnya. Tanda penghargaan juga disebut sebagai reward. simbolis. Reward simbolis ini biasanya berbentuk medal, trofi atau sertifikat. Punishment Hukuman Adapun macam-macam punishment adalah sebagai berikut Punishment Preventif, yaitu hukuman yang dilakukan dengan maksud agar tidak atau jangan terjadi pelanggaran.
Nurun Nisa (G8222021)